Rabu, 20 Januari 2010

bahasa indonesia kelas 5

Bab 1 Hiburan 1
Hiburan
Bab 1
Peta Konsep
Hiburan
Memahami
penjelasan
narasumber
Mengungkapkan
pikiran,
pendapat fakta
Memahami
teks
Mengungkapkan
pikiran,
perasaan, dan
pengalaman
Menanggapi
penjelasan
narasumber
Berwawancara
sederhana
Menemukan
gagasan
Menulis
karangan
Karangan
berdasar
pengalaman
Wawancara Teks
wawancara
Wacana
Rangkuman dan Refleksi
dibahas
fokus fokus fokus fokus
materi materi materi materi
dibahas
Menu Utama
Menu Tambahan: Pengetahuan Kebahasaan

A. Mendengarkan Penjelasan Tokoh
Melalui kegiatan ini, diharapkan kamu dapat:
1. Mencatat pokok-pokok pembicaraan dari tokoh.
2. Mengajukan pertanyaan sesuai dengan pokok-pokok pembicaraan.
3. Menanggapi isi penjelasan dari tokoh.
Mengungkapkan inti pembicaraan tokoh
Dengarkan dengan saksama cerita tentahg tokoh yang akan dibacakan
gurumu, Tutup bukumu dan catatlah hal-hal penting tentang tokoh tersebut
Srikandi Tari
Kecil-kecil cabe rawit. Pepatah itu cocok
untuk menggambarkan Pramita Aswari Rizkilina.
Ia berprestasi dalam seni tari.
Pramita Aswari Rizkilina lahir di Boyolali pada
6 Juni 1963. Meskipun masih muda,ia menjadi
juara pertama Lomba Menari dalam Pekan Seni
Siswa tingkat provinsi Jawa Tengah, Ia menjadi
juara dengan tarian Srikandi Cakil, Sebelumnya,
ia menjadi juara pertama dalam Lomba Tari di
Pekan Seni Siswa tingkat kabupaten di Kabupaten
Sukoharjo.
Jika dihitung sudah puluhan lomba tari yang
dimenangkannya. Maklum, ia menari sejak duduk
dibangku SD. Kata Rizki,”Saya menari sejak
umur tiga tahun. Tarian pertama yang saya kuasai
adalah Tari Kelinci. Saya hanya meniru gerakan
tari Ibu.”Bakat menari diperoleh dari ibunya. Ibu Rizki adalah seorang guru
tari.
Sumber: Suara Merdeka
Bab 1 Hiburan 3
Rizki bercerita menjelang lomba tingkat provinsi, ia berlatih keras di
bawah bimbingan pelatih tarinya. Hampir setiap hari ia berlatih selama dua
sampai tiga jam tanpa henti. Rizki berharap agar ia tidak usah naik ke
kelas tiga. Mengapa ? Rizki berkata sambil tertawa,”Kalau aku naik ke kelas
III,aku tidak bisa ikut lomba mewakili sekolahku.”
Sumber: “Lintas Solo” dalam Suara Merdeka, 6 Juli 2006
Latihan 1.1
1. Tema cerita di atas: Untuk meraih prestasi dibutuhkan ketekunan
dan latihan yang keras.
2. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan cerita diatas.
Misalnya: Mengapa Rizki berhasil meraih prestasi dalam seni tari?
3 Buatlah tanggapan terhadap cerita diatas. Misalnya: Menurut
pendapat saya, Rizki tidak perlu berharap untuk tidak naik kelas,
ia pun tetap dapat mewakili sekolahnya untuk ikut lomba di tingkat
yang lebih tinggi.
4 Bahasa Indonesia 5 SD/MI
B. Berwawancara dengan Tokoh
Melalui kegiatan ini, diharapkan kamu dapat:
1. Menuliskan daftar pertanyaan untuk wawancara.
2. Melakukan kegiatan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan.
Peragakan teks wawancara di bawah ini bersama teman-temanmu.
Pahami peran tokohnya!
Penari
Rudi & Mira : “Selamat sore Ita. Wah, asyik sekali lenggak-lenggok
mengikuti irama!”
Ita : “Sore ….“ (sembari mematikan tape) ”Tumben, jam-jam
begini kalian kemari. Biasanya, kan, jika penting saja?”
Mira : “Jelas, dong. Kamu bisa menebak maksud kedatangan
kami”.
Rud i : “Iya coba tebak, kamu sekarang, kan, beda.”
Ita : “Udah ah! Ada apa, sih? Penasaran, nih.”
Rud i : “Begini, Ta, kami siswa-siswi kelas V SD Harapan 02
ingin mengikuti jejakmu supaya berhasil meraih prestasi
yang bagus dalam bidang seni, khususnya tari.”
Mira : “Apa kiatmu meraih sukses, Ta?”
Ita : “Wuiih, kayak selebritis aja. Aku jadi malu, nih!
Kuncinya jawaban pertanyaanmu sudah ada di hati kita
masing-masing. Antara lain kemauan, ketekunan,
kesungguhan, dan kedisiplinan dalam berlatih. Yang lebih
penting lagi, kita jangan mendadak latihan saat menjelang
lomba. Sebaiknya, latihan rutin telah dijadwal baik ada
lomba atau tidak ada lomba.”
Rud i : “Jika menjelang lomba, apakah jadwal latihanmu tidak
ditambah?”
Bab 1 Hiburan 5
Mira : “Iya, Ta. Biasanya latihan ditambah, bukan begitu?”
Ita : “Benar Rud, Mir. Tetapi penambahan jadwal latihan
menjelang lomba tidak terlalu banyak. Jika tidak
diperhitungkan, bisa-bisa kita kecapaian dan sakit. Gagal
deh, nggak jadi ikut lomba, ya, kan?”
Rudi : “Nah, benar, kan, apa yang kubilang tadi? Ita sekarang
beda!”
Ita : “Ah, kamu Rud. Ya nggaklah!”
Mira : “Bener Ta, dulu kamu kan pemalu dan gampang nangis
alias cengeng. E.. e... nggak tahunya sekarang jadi penari
terkenal, pinter lagi.”
Ita : “Makasih ......... amiiin. Lagi-lagi aku tersanjung, nih!”
Rudi : “Oh ya, Ta. Apakah ada pantangan khusus yang bisa
menyebabkan kegagalan jika dilanggar?”
Ita : “Kalau makanan, pokoknya makan makanan yang bergizi.
Soal waktu latihan, ya diatur supaya pelajaran lain juga
kebagian. Dan yang tidak kalah penting yaitu harus
menguasai kemampuan dasar.”
Rudi : “Oh, ya . Kemampuan dasar harus dikuasai dulu ”
Ita : “Iyyaa, Rud. Iih, Rudi ........... kayak reporter aja!”
Rudi : “terimakasih juga, Ta, atas informasi dan kuenya.”
Mira : “Terimakasih ya, Ta. Kami mohon pamit, PR di rumah
sudah menanti dan tugas-tugas yang lain juga banyak.”
Ita : “Sama-sama, hati-hati di jalan yaaa ....................”
mengenai waktu dan tempatnya.

Latihan 1. 2
3. Menyusun daftar pertanyaan yang akan digunakan wawancara.
Perhatikan kata-kata yang kamu gunakan. Jangan sampai
pertanyaanmu menyinggung perasaan tokoh.
4. Mempersiapkan kamera untuk keperluan dokumentasi gambar.
5. Segera melakukan wawancara sesuai susunan daftar pertanyaan
yang direncanakan. Lontarkan pertanyaan dengan santun.
6. Jangan lupa mengucapkan terima kasih atas kerja sama setelah
selesai berwawancara.
Setelah memperagakan percakapan di atas, cobalah lakukan
wawancara dengan tokoh atau seseorang yang sukses di bidang seni.
Misalnya, tentang cara berakting, cara melukis yang benar, cara
memainkan suatu alat musik, dan sebagainya. Tentunya sebelum
mengadakan wawancara kamu telah mempersiapkan beberapa
langkah, antara lain sebagai berikut.
1. Menentukan orang yang akan didatangi untuk diwawancarai.
2. Mengadakan perjanjian dengan orang yang akan diwawancarai
Bab 1 Hiburan 7
C. Membaca Cepat
Melalui kegiatan ini, diharapkan kamu dapat:
1. Membaca 75 kata dalam waktu satu menit.
2. Mencatat hal-hal penting dalam cerita.
3. Mengajukan pertanyaan sesuai dengan isi cerita.
4. Menjawab pertanyaan tentang isi cerita.
5. Menemukan gagasan utama cerita.
Bacalah dalam hati cerita di bawah ini! Usahakan kamu dapat membaca
75 kata per menit, caranya gunakan jam digital ataupun stopwatch untuk
mengukur waktu per satu menit, lalu hitung jumlah kata yang sudah kamu
baca. Jika belum berhasil mencapai 75 kata, ulangi kembali sampai berhasil.
Kamu juga harus memahami isi cerita yang kamu baca.
Praktikkan pada cerita berikut ini!
Harimau Takut Radio
Baru-baru ini, petani di Malaysia diwajibkan
membawa radio berangkat ke ladang. Radio itu
harus dinyalakan dengan suara yang keras. Untuk
apa? Ternyata, untuk menakut-nakuti harimau!
Wan Azali Wan Ali, Direktur Kantor Pelestarian
Alam, Negara Bagian Kelantan, Malaysia
mengumumkan kewajiban itu. Sebelumnya
seorang ibu bernama Mek Jah Semali , diserang
harimau saat berjalan pulang dari kebun karet. Untunglah, Ibu itu berhasil
mengambil sebatang kayu. Kayu itu dipukul-pukul ke tanah untuk menakutnakuti
harimau. Harimau itu lari.
Agar kejadian itu tidak terulang, petani diwajibkan untuk membawa radio.
Konon, harimau takut pada suara musik, apa pun jenisnya. Apalagi kalau
dipasang dengan suara keras. Selain membawa radio, petani juga diminta
membersihkan semak belukar agar harimau tidak bersembunyi di tempat
itu.
Sumber: Yanti, Majalah Bobo Tahun XXXIV28 Januari 2007 halaman 42
,

Latihan 1. 3
1. Catatlah hal-hal penting dari cerita!
2. Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan cerita di
atas.
3. Untuk mengetahui apakah kamu memahami cerita di atas,
jawablah pertanyaan ini.
a. Siapakah yang diwajibkan membawa radio saat berangkat
ke ladang?
b. Siapakah yang mengumumkan kewajiban tersebut ?
c. Apa yang harus dilakukan petani pada radio tersebut?
d. Mengapa petani harus menyalakan radio dengan suara
keras?
e. Selain membawa radio,apa yang harus dilakukan para
petani?
C. Menulis KaranganMenulis Karangan
Melalui kegiatan ini, diharapkan kamu dapat:
1. Melengkapi isi cerita.
2. Menentukan judul cerita.
3. Menulis karangan berdasar pengalaman.
Perhatikan karangan berikut ini. Lengkapi serta tentukan judul ceritanya.
............................................
Minggu yang lalu adalah hari ulang tahun adikku. Waktu itu aku ingin
memberi kado istimewa untuknya. Pulang dari sekolah aku mampir ke toko
elektronik, kubeli beberapa komponen rangkaian “Suara Burung” seperti
Bab 1 Hiburan 9
yang pernah diberikan Pak Harun pada kegiatan ekstrakurikuler satu bulan
yang lalu. Komponen “Suara Burung” sengaja kurangkai malam hari, saat
adikku tidur. Begitu selesai, kukemas rapi dengan sampul bergambar aneka
robot. Ya, kado kecil mungil dan cantik.
Beberapa bungkus kado telah berjajar rapi di samping tempat tidur Willy,
adikku. Kado-kado itu dari saudara sepupu dan teman-teman akrabnya di
kelas II. Pelan-pelan kulangkahkan kaki ke kamarnya. Kucium kening Willy
sambil mengucapkan .............................. Kemasan “Suara Burung” hanya
sebesar genggaman orang dewasa, kuletakkan di telapak tangannya.
Sebenarnya ia masih tidur, tetapi .................................. Selepas azan
subuh tiba-tiba Willy berteriak, “Ibuuu aku terlambat ke sekolah, nih! Burung
kutilang sudah berkicau, Buu! Dia suka bertengger di pohon mangga itu
saat jam tujuh, Buuu!” Kami berhamburan ke kamar Willy. Iih, dia belum
melepas selimutnya. “Lihat jam dinding!” kataku. Mata Willy masih terpejam
malas. “Burung kutilang itu sudah berkicau, Kak! Biasanya jam tujuh!” Ibu
menarik selimut Willy. Adik manja itu bangun. Tiba-tiba suara kicauan burung
berhenti. Willy dan ibu bengong .................................................Kado
pemberianku tertindih bahu Willy. Sambil tersenyum manis Willy membuka
kado itu. “Ooo, pantesan burung-burung berkicau, saklarnya kepencet Kak!”
Kami pun tertawa bersama-sama seraya memeluk Willy.
Karangan di atas ditulis berdasarkan pengalaman penulisnya. Kamu
pun dapat membuat karangan serupa. Menulis karangan berdasarkan
pengalamanmu. Pertama kali yang harus kamu lakukan adalah mengingat
pengalaman. Carilah pengalaman yang menarik. Kemudian buatlah
kerangka karangan berdasar pengalaman. Selanjutnya kembangkan
kerangka menjadi sebuah karangan.
Latihan 1. 4
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Siapakah yang berulang tahun?
2. Apakah isi kado istimewa pemberian kakak Willy?
3. Mengapa tiba-tiba ada suara burung berkicau selepas azan
subuh?

4. Benarkah Willy terlambat ke sekolah pagi itu? Jelaskan
jawabanmu!
5. Menurutmu, apa maksud Kakak Willy memberi kado “Suara
Burung”?
6. Menurutmu apa judul yang tepat untuk cerita di atas?
7. Isilah titik-titik pada cerita di atas sehingga karangan menjadi utuh
dan lengkap.
8. Buatlah sebuah karangan berdasarkan pengalaman sendiri!
E. Pengetahuan Kebahasaan
1. Kata Depan (Preposisi)
Kata depan tanpa, di, ke dan pada
Contoh:
- Rina mengambil air di belakang kelas tanpa izin Bu Wati pada
waktu pelajaran berlangsung.
- Paman pergi ke bandara bersama bibi.
- Terminal ini dibangun pada tahun lalu.
2. Penulisan Kata Baku dan Tidak Baku
Penulisan yang baku: sah, Rabu, ijazah.
Penulisan yang tidak baku: syah, Rabo, ijasah.
3. Tanda Baca Titik Dua (:)
a. Untuk mengakhiri suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerian
atau rangkaian.
Contoh:
Ibu pulang dari tamasya membawa souvenir: kapal-kapalan, vas dari
kerang, jepit rambut, dan asbak cangkang siput.
Bab 1 Hiburan 11
b. Untuk kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:
Hari dan tanggal : Rabu, 5 September 2007
Waktu : Pukul 19.00
Tempat : Ruang Serba Guna
Acara : Pentas Seni Siswa-siswi SD Harapan 02
c. Untuk penulisan teks percakapan/drama.
Contoh:
Edo : “Feb, sejak kapan kamu bisa bermain seruling?”
Febi : “Sejak usia empat tahun ayah sudah mengajariku.”
4. Tanda Baca Seru
a. Kalimat yang menyatakan perintah
Contoh:
- Simpan H P-mu dalam tas!
- Pilihlah bus malam yang lebih nyaman!
b. Kalimat yang menyatakan kesungguhan
Contoh:
- Sungguh, Pak! Saya tadi berjalan kaki ke sini!
- Benar, Pak! Uang saya tidak cukup untuk naik kereta!
c. Kalimat yang menyatakan tidak percaya
Contoh:
- Masa, kereta api dapat tabrakan!
- Benar, kamu tidak menipu saya!
d. Kalimat yang menyatakan perasaan/emosi
Contoh:
- Celaka, jalan macet!
- Aduh, uang saya hilang di terminal!
5. Kata Penghubung dengan, karena, dan, tetapi, dan meskipun
Contoh:
- Amir menyetir dengan tenang.
- Saya terlambat karena terjebak macet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar